Ringkasan Cepat:
- Kemenkes mencatat sekitar 960.000 anak Indonesia masuk kategori zero-dose — belum pernah divaksin sama sekali.
- Cakupan imunisasi dasar lengkap nasional tercatat 80,2% pada 2025, menurut data resmi Kemenkes.
- Kemenkes menggandeng UNICEF dan WHO memperkuat program lewat momentum Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2026.
🔖 Simpan artikel ini untuk mendapatkan update terkini soal program imunisasi anak.
DEPOK, 16 Juli 2026 — Kementerian Kesehatan mencatat 960 ribu anak Indonesia belum pernah diimunisasi sama sekali. Kemenkes bersama UNICEF dan WHO menggenjot program zero-dose sejak Pekan Imunisasi Dunia 2026 untuk menutup celah itu.
Mengapa Ini Penting?

Cakupan imunisasi dasar lengkap Indonesia memang naik ke 80,2% pada 2025. Tapi angka itu menyisakan hampir satu juta anak tanpa perlindungan vaksin sama sekali.
Kelompok zero-dose ini rawan tertular penyakit yang sebenarnya bisa dicegah, seperti campak, difteri, dan pertusis. Risiko makin nyata kalau cakupan di suatu daerah turun di bawah ambang kekebalan kelompok.
Pola ini mirip dengan yang diingatkan IDAI soal risiko kesehatan musiman pada anak — celah proteksi kecil bisa berdampak besar kalau dibiarkan menumpuk.
“Setelah pandemi, cakupan imunisasi kita sempat menurun dan ini menjadi perhatian serius.” — dr. Andi Saguni, Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Depok, 2 Mei 2026
Andi menyebut pemerintah sudah mengamankan pasokan vaksin nasional untuk sembilan bulan ke depan. Distribusi dan rantai dingin di daerah, katanya, juga terus diperkuat agar layanan imunisasi berjalan optimal.
Reaksi dan Dampak

Kolaborasi lintas lembaga jadi kunci strategi Kemenkes kali ini. UNICEF dan WHO turut hadir di Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Balai Sidang Universitas Indonesia, Depok.
Perwakilan UNICEF Indonesia, Jean Lokenga, menekankan imunisasi sebagai hak dasar anak. Ia menyoroti pentingnya menjangkau anak-anak di wilayah yang sulit diakses layanan kesehatan.
Sementara itu, perwakilan WHO Indonesia menegaskan dampak besar dari intervensi ini.
“Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia.” — dr. Olivia, perwakilan WHO Indonesia, Depok, 2 Mei 2026
Di lapangan, layanan imunisasi rutin biasanya berjalan lewat puskesmas yang juga menyediakan layanan kesehatan anak lain secara gratis, jadi orang tua sebetulnya tidak perlu ke fasilitas berbayar untuk melengkapi imunisasi anak.
Kronologi Peristiwa

| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| 2025 | Cakupan imunisasi dasar lengkap nasional mencapai 80,2% | Kemenkes RI |
| Sabtu, 2 Mei 2026 | Kemenkes, UNICEF, dan WHO gelar Puncak Pekan Imunisasi Dunia 2026 di Depok | Kemenkes RI, ANTARA |
| 2 Mei 2026 | Kemenkes umumkan 960 ribu anak zero-dose jadi prioritas intervensi | Kemenkes RI |
| 16 Juli 2026 | Program penguatan imunisasi rutin terus berjalan | Redaksi pagakabgunungkidul.org |
Apa Selanjutnya?

Kemenkes menegaskan penguatan imunisasi rutin, bukan cuma kampanye musiman, jadi kunci menutup celah zero-dose ini. Pasokan vaksin nasional diklaim aman hingga sembilan bulan ke depan.
UNICEF mencontohkan inisiatif global The Big Catch-Up yang sudah menyalurkan lebih dari 100 juta dosis vaksin di 36 negara. Model serupa jadi acuan untuk menjangkau anak-anak yang selama ini luput dari pendataan.
Kewaspadaan terhadap penyakit menular musiman, seperti yang dibahas dalam panduan antisipasi flu berat pada anak, juga relevan dengan urgensi menuntaskan program ini — semakin cepat cakupan imunisasi tuntas, semakin kecil risiko wabah penyakit yang sebetulnya bisa dicegah.
Tantangan gizi anak di sejumlah daerah, seperti tren penurunan angka stunting di Gunungkidul yang masih menghadapi tantangan baru, menunjukkan bahwa perlindungan kesehatan anak butuh pendekatan yang saling menguatkan — gizi, imunisasi, dan akses layanan primer berjalan beriringan.
Pertanyaan Seputar Program Zero-Dose
Apa itu anak zero-dose?
Zero-dose adalah istilah Kemenkes untuk anak yang belum pernah menerima satu dosis vaksin pun dalam program imunisasi dasar. Kelompok ini beda dari anak yang imunisasinya baru sebagian atau telat jadwal.
Kenapa masih ada 960 ribu anak yang belum divaksin sama sekali?
Kemenkes menyebut penurunan cakupan imunisasi pascapandemi COVID-19 jadi salah satu penyebab utama. dr. Andi Saguni menegaskan cakupan sempat turun dan baru berangsur pulih setelah pandemi mereda.
Apakah vaksin untuk program ini gratis?
Ya. Imunisasi dasar lengkap termasuk PCV13, rotavirus oral, dan HPV masuk Program Imunisasi Nasional yang disediakan gratis di puskesmas, sesuai Permenkes No. 12/2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.
Apa risiko kalau anak tidak diimunisasi sama sekali?
Anak zero-dose lebih rentan tertular penyakit yang sebetulnya bisa dicegah vaksin, seperti campak, difteri, dan pertusis. Kemenkes mewaspadai risiko kejadian luar biasa jika cakupan di suatu wilayah tidak optimal.
Sampai kapan Kemenkes menjamin ketersediaan vaksin?
dr. Andi Saguni menyatakan pasokan vaksin nasional sudah diamankan hingga sembilan bulan ke depan, sehingga menurutnya tidak ada lagi alasan kekurangan stok di daerah.
Artikel ini ditulis oleh Jesse, kontributor kesehatan anak di pagakabgunungkidul.org. Sumber: Kementerian Kesehatan RI, ANTARA.